MudaIndonesia

Aldila Dyas Nurfitri Menemukan Passion-nya di Dunia Organisasi

Mantan Ketua OSIS SMA Negeri 3 Semarang ini tak bisa lepas dari dunia organisasi. Kini ia menemukan dunia baru lagi: penelitian.

Sebagai mantan ketua OSIS, kepemimpinan bukanlah hal yang baru. Rekam jejak kepemimpinan sudah ia torehkan sejak  SMP. Dila, demikian sapaan akrabnya, semakin matang ketika terpilih menjadi Ketua OSIS SMA Negeri 3 Semarang tahun 2008/2009.

Tugas-tugasnya sekarang sebagai ketua suatu organisasi tentu saja menyita waktunya. Itu belum ditambah jadwal kuliah dan kegiatan lain. Meskipun begitu, mahasiswi yang mengidolakan Nabi Muhammad Saw ini punya prinsip untuk selalu memprioritaskan aktivitas belajarnya di kampus. Maksudnya, urusan perkuliahan adalah urusan wajib didahulukan.

Singkatnya, Dila mampu memanajemen semua aktivitasnya dengan baik. Jiwa kepemimpinannya yang telah tumbuh sejak lama menjadi modal bagus dalam pengelolaan waktu tersebut.

Pengalamannya menjadi pemimpin suatu organisasi rupanya memunculkan gagasan dalam dirinya. Gagasan itu dia ambil sebagai renjana atau passion baru yang direalisasikan dalam kiprah penelitian.

Ya, Dila mengembangkan passion baru dalam penelitian. Yang jadi fokus penelitiannya tak jauh-jauh dari pengalamannya selama ini, yaitu soal leadership atau kepemimpinan.

Beberapa karya penelitiannya antara lain Model Kepemimpinan Servant Leadership pada Komunitas Marching Band Taruna Akademi Kepolisian (Dana Hibah Dikti untuk PKM, Penelitian Tahun 2014), Servant Leadership between Civil and Military Leader (Research on Humanities and Social Sciences Journal tahun 2015), dan Hubungan antara Servant Leadership dengan Leader-Member Exchange (LMX) di Universitas Negeri Semarang (skripsi, tahun 2015).

Selain itu, Dila juga sempat membantu kegiatan penelitian lain, seperti penelitian oleh Dr Edy Purwanto MSi tentang “Trisula Motivasi” (2014) dan penelitian oleh Muflikha Sabilla SPsi tentang “Kematangan Karier Mahasiswa Jurusan Psikologi Unnes (2012).

Kuliah di Luar Negeri

Dila memiliki cita-cita bahwa selesai kuliah S-1 di Unnes, dia ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di Australia atau Selandia Baru. Tak pelak, sejak awal 2015 dia aktif mengumpulkan informasi tentang beasiswa pendidikan postgraduate dan mengasah kemampuan bahasa Inggris secara intensif.

“Menjadi mahasiswa prestatif bukan tujuan utama saya ketika berkuliah. Saya hanya ingin menjadi mahasiswa yang bermanfaat untuk orang lain. Jadi, punya prestasi menurut saya hanyalah bonus dari ikhtiar yang telah diupayakan,” ungkap runner-up Mahasiswi Berprestasi tingkat Fakultas Ilmu Pendidikan tahun 2014 ini. (*)

Muda Indonesia

Muda Indonesia

Add comment

Most popular

Most discussed