MudaIndonesia

Andra Fakhrian, Demi Prestasi Baca Dua Artikel Ilmiah Per Hari

Membaca telah jadi bagian tidak terpisahkan dalam keseharian Andra Fakhrian. Mahasiswa berprestasi (Mawapres) Unissula ini selalu memotivasi diri agar terus membaca. Dalam kondisi normal, ia membaca dua artikel ilmiah tiap hari.

Sejak SMP, mahasiswa kelahiran Sampit ini memang sudah suka membaca. Kegemaran itu kian meningkat ketika masuk jadi mahasiswa Sastra Inggris di universitas tersebut. Sesuai bidang keilmuannya, dia tertarik membaca hasil penelitian bidang sastra yang ditulis berbagai peneliti di dunia.

“Kalau biasanya sih baca dua artikel. Tapi kalau sedang malas, biasanya saya baca vlog (baca video blog) mahasiswa-mahasiswa asing di Intagram. Jadi saya bisa tahu apa topik yang sedang mereka teliti,” katanya ketika menjadi pembicara dalam Seminar Penulisan Esai, Rabu (21/12/2016) di kampus Unissula, Jalan Kaligawe, Kota Semarang.

Kebiasaan itu membawa manfaat yang besar bagi Andra. Pengetahuannya bertambah terus. Dengan begitu, ia mudah melakukan analisis pada objek sastra.

Hasilnya, lima artikel ilmiah yang ditulis Andra berhasil dipublikasikan di berbagai forum dan terbitan. Beberapa waktu lalu, misalnya, ia pernah mengikuti konferensi di India. Sebelulumnya, ia juga mengikuti konferensi peneliti muda di Malaysia, Turki, dan Kamboja.

Dengan pengalaman sebanyak itu, Andra tidak sungkan berbagi. Ia memberikan tips kepada teman-temanya supaya bisa menulis dengan baik. Salah satu tips yang diberikan Andra adalah supaya mahasiswa berani mencoba.

“Ada nasihat dari Mensos (Menteri Sosial – red) yang kena banget di hati saya. Katanya, kalau bermimpi saja tidak berani, mana mungkin berani berkompetisi,” katanya.

Dari situlah Andra memberanikan diri mengikuti berbagai kompetisi dan undangan menulis. Meski sering ditolak, ia tidak menyerah. Menurutnya, kalau ditolak berarti ia harus belajar lebih keras supaya memperbaiki diri. Terlebih, ia punya ambisi untuk melanjutkan studi master di luar negeri. Ia terus mengembangkan kemampuannya menulis.

“Saya pernah mengirim email kepada salah satu profesor di universitas itu. ‘Apa kriteria ideal untuk menjadi mahasiswa di universitas?’ Profesor menjawab, ‘Anda harus bisa menulis.’” Itulah yang membuatnya terus termotivasi.

Terhubung dan Bekerja Samalah dengan Andra:

Rahmat Petuguran

Rahmat Petuguran

Add comment

Most popular

Most discussed