MudaIndonesia
Batik Salem sebagai Identitas Kabupaten Brebes yang Potensial

Batik Salem sebagai Identitas Kabupaten Brebes yang Potensial

Batik Salem sebagai Identitas Kabupaten Brebes yang Potensial

(oleh M. Ainul Fikri – 5302414069)
ABSTRAK

Batik salem atau yang dikenal dengan motif batik brebesan adalah salah satu kekayaan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang telah menjadi komoditas ekonomi warga Desa Bentar, dan Bentarsari, Kecamatan Salem. Batik salem memiliki potensi yang dapat menjadi komoditas yang mendongkrak perekonomian Kabupaten Brebes. Perlu dijaga dan dilestarikan agar tak tergerus termakan kemajuan zaman. Kata Kunci : Batik, Batik Salem, Komoditas.

PENDAHULUAN

               Batik telah menjadi ciri khas bagi bangsa Indonesia, proses pembuatan batik di Indonesia, terlebih batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam daftar representatif warisan budaya tak-benda manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi. Pembuatan batik pada umumnya terdapat dua cara yaitu pembuatan batik dengan menulis menggunakan canting (alat pembatik) dan pembuatan batik dengan cara di cetak sesuai dengan pola yang telah ditentukan. Batik tulis memang telah menjadi komoditas yang diunggulkan bagi beberapa daerah di Indonesia. Motif batik di setiap daerah selalu mempunyai ciri masing-masing yang mencerminkan daerah tersebut.

             Kabupaten Brebes terkenal dengan adanya produk-produk unggulan seperti telur asin dan bawang merah yang selalu menjadi favorit bagi para wisatawan lokal maupun para pemudik yang singgah setelah perjalan jauh, namun ternyata kabupaten yang tercatat sebagai kabupaten dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang rendah di Provinsi Jawa Tengah ini memiliki potensi yang besar di bidang batik tulis. Perajin batik Salem tidak sama dengan perajin dari Yogya, Solo, ataupun Pekalongan. Di ketiga daerah itu perajin membuat batik secara industrial, sedangkan di Salem produksi batik masih berskala rumah tangga. Para ibu membuat batik hanya untuk mengisi waktu luang seusai melakukan tugas rumah. Sebagian lainnya ada yang sambil menunggu kios atau warung di depan rumah. Meski hanya pengisi waktu luang, produk batik salem tidak kalah dibandingkan dengan batik produksi daerah lain, selain itu telah menghasilkan berbagai macam motif yang menarik dan terlihat indah.

ISI

A. Analisis Motif Batik Salem

            Keberadaan batik brebesan muncul sekitar abad ke-19, sekitar tahun 1917. Dari perkembangannya, saat ini batik salem telah memunculkan berbagai motif, di antaranya motif kopi pecah, manggar, dan ukel dengan ciri khas hitam dan putih. Batik brebesan yang menjadi identitas bagi para masyarakat kabupaten brebes ini di produksi di Kecamtan Salem tepatnya di desa Bentar dan desa Bentarsari. Kecamatan Salem terletak di daerah selatan kabupaten Brebes , di kecamatan inilah yang menjadi pusat home industri batik brebesan. Batik salem memiliki beberapa motif yang unik dan menarik, tentunya motif-motif ini mengandung ciri khas yang memang hanya dimiliki oleh batik brebesan. Ciri khas batik Salem banyak dipengaruhi oleh batik Pekalongan dari pola buketannya, batik Surakarta dan Yogyakarta dari segi pewarnaan, bentuk pola, dan pilihan motif, serta batik Tegal dan batik Banyumas dari segi pewarnaan soga. Untuk pewarnaan batik Salem sendiri banyak didominasi oleh warna hitam, cokelat, dan putih dengan motif pada mulanya kopi pecah, manggar, dan ukel. Selain motif klasik seperti sidomukti, plataran ukel baris dengan teknologi bedesan. Walaupun kini perajin sudah menggunakan motif baru seperti bawang merah dan bebek yang disebut itik bawang.

            Terdapat 20 jenis motif yang dibuat perajin batik salem, tiga di antaranya merupakan yang terbaik dan paling diminati pembeli. Ketiga jenis motif tersebut tidak dapat diproduksi secara industrial, tetapi hanya dapat dibuat dengan tangan. Itu pun hanya perajin yang berpengalaman bertahun-tahun dan memiliki ketelitian ekstra yang mampu melakukannya. Ketiga motif tersebut adalah motif kopi pecah, manggar, dan sawat rantai. Motif kopi pecah yang merupakan salah satu motif klasik warisan lelehur masyarakat Salem yang masih terjaga keasliannya dan menonjolkan nilai koservatif dari motif batik salem. Motif manggar, terinspirasi dari manggar yang merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak tumbuh di daerah Salem. Salah satu motif klasik batik Salem yang masih terjaga hingga saat ini. Motif Gringsing, salah satu motif klasik warisan lelehur masyarakat Salem yang masih terjaga keasliannya. Menonjolkan nilai koservatif dari motif batik salem. Motif Galaran Wahyu Temurun, salah satu motif klasik warisan lelehur masyarakat Salem yang masih terjaga keasliannya. Menonjolkan nilai koservatif dari motif batik salem.

B. Potensi Batik Salem Menjadi Produk Unggulan

          Seiring berjalannya waktu, batik telah mendunia dan terkenal sebagai identitas asli bangsa Indonesia yang terus dikembangkan dan dijaga kelestariannya agar tak hilang tertelan arus globalisasi. Batik indonesia yang khas, terdapat motif yang menarik dan termasuk jenis kerajinan dengan nilai seni yang tinggi sangat digemari di dunia internasional. Ini menunjukkan bahwa potensi produk-produk batik nasional sangat digemari dan tentunya dapat menjadi komoditas yang meyakinkan. Dengan begitu melalui sarana batik kita dapat mengenalkan budaya Indonesia. Harus tercipta adanya kerjasama yang aktif dan efektif antara pengarajin batik dan pemerintah daerah guna mengembangkan potensi yang ada hingga dapat memperoleh hasil yang maksimal yang tentunya juga bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

          Batik salem atau batik brebesan adalah salah satu produk batik yang potensial untuk dikembangkan. Saat ini batik salem telah menembus pasar nasional maupun internasional. Di kancah internasional, batik salem digemari warga Singapuran dan Malaysia. Meski demikian, untuk lebih meningkatkan peminat batik Brebesan dari daerah lain, perlu dilakukan inovasi dalam hal motif batik. Seperti kita ketahui batik salem di produksi di daerah salem yang terletak di bagian selatan Kabupaten Brebes, ini berakibat pada motif yang terkesan pedalaman dan telah mendarah daging bagi para pengrajin sesuai ajaran para leluhur pembuat batik sebelumnya, sehingga perlu adanya sebuah inovasi secara keseluruhan agar tidak terkesan monoton, baik dalam hal motif, pewarnaan, corak dan sebagaianya, agar tetap mencerminkan ke-khasan pesona batik pesisir dan mencerminkan icon Kabupaten Brebes.

            Seiring berkembangnya waktu, permintaan akan batik salem atau brebesan, perlu adanya manajemen yang tepat serta sumber daya manusia yang memadai guna mempersiapkan diri untuk menghadapi pesanan yang melimpah dari dalam maupun luar negeri. Peningkatan pesananan di dalam negeri biasanya terjadi ketika lebaran, pesanan akan batik salem umumnya meningkat sekitar 60% atau 4 kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. Selain itu lebaran selalu menjadi momentum paling istimewa bagi mayoritas masyrakat kita untuk membeli baju baru termasuk kain batik yang dijadikan busana ketika hari raya karena harga relatif terjangkau oleh masyarakat. Peluang batik salem menjadi untuk menjadi produk unggulan Kabupaten Brebes sangatlah terbuka lebar maka perlu jeli dalam melakukan metode pemasaran yang harus melihat kesempatan yang ada, jika tidak maka akan kalah bersaing dengan batik-batik dari daerah lain. Kerjasama antara pemerintah daerah dan pengrajin batik serta adanya manajemen yang baik diantara keduanya dalam hal publikasi dan pemasaran akan menjadikan batik salem menajdi produk unggulan Kabupaten Brebes.

PENUTUP

A. Kesimpulan

             Potensi batik salem menjadi komoditas atau produk unggulan Kabupaten Brebes disamping telur asin dan bawang merah sangatlah besar. Ini dibuktikan dengan banyaknya peminat skala nasional maupun internasional, maka potensi ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Untuk lebih meningkatkan keunggulan produk batik salem ini maka diperlukan adanya berbagai inovasi yang mampu menghasilkan produk batik yang lebih bagus daripada daerah lain. Kerjasama pemerintah daerah dan pengrajin batik haruslah efektif agar produk batik salem ini selalu berkelanjutan dan menghasilkan income yang tinggi bagi kabupaten brebes. B. Saran

             Penelitian ini penulis sadari masih jauh dari kata sempurna, agar dapat lebih baik lagi maka penulis menyarankan untuk :

1. Melakukan kajian lebih dalam mengenai batik salem.

2. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Brebes harus mendukung secara aktif produk batik salem.

3. Pengrajin mampu melakukan inovasi pada produk batik salem agar meningkatkan permintaan para pembeli.

Daftar Pustaka

http://www.antaranews.com/berita/156389/batik-indonesia-resmi-diakui-unesco .. 3-10-2015

http://fitinline.com/article/read/batik-salem-brebes

http://jateng.metrotvnews.com/read/2015/09/26/434846/batik-brebesan-sudah-dikenal-sejak-1917

http://jatengprov.go.id/id/newsroom/batik-salem-brebes-tembus-singapura

http://www.suararakyattegal.com/2015/07/batik-salem-brebes-digemari-warga.html

M Ainul Fikri

M Ainul Fikri

2 comments

Most popular

Most discussed