MudaIndonesia

Farel, Tunanetra yang Menembus Keterbatasan

Jika semangat sudah membara, keterbatasan tidak menjadi pemutus asa. Adalah Alexander Farrel Rasendriya Haryono, manusia yang tidak pernah berharap dirinya mengidap kanker yang merenggut matanya untuk menikmati dunia. Divonis mengidap retinoblasma, jenis kanker yang menyerang bagian retinanya sejak usia 16 bulan. Namun, kanker hanya merenggut penglihatannya, tidak dengan semangatnya.

Sejak divonis mengidap kanker, Farel—begitu ia biasa disapa—sudah harus menjalani kemoterapi. Namun, kanker yang awalnya menyerang mata kiri tetap tumbuh hingga menyerang pula ke mata kanannya.

Dengan mata yang sudah kehilangan kemampuannya untuk melihat tak lantas membuat Farel patah semangat. Ia tetap rajin belajar dan secara khusus oleh ayahnya, Doni Haryono dan ibunya, Emi Tri Ratnasari, memberikan kesempatan bagi Farel untuk belajar les computer dan membaca huruf Braille.

Farel terkenal ulet dan pantang menyerah. Walau didera penyakit yang tergolong ganas, Farel tidak lantas mengeluh. Kegigihannya berbuah manis saat pemuda kelahiran Yogyakarta, 27 Januari 2001 ini mendapatkan piagam dari Museum Rekor Muri sebagai tunanetra cilik yang mampu mengoperasikan 14 program computer. Saat itu, Farel baru berusia 7 tahun.

Selain itu, berkat dukungan dari orang tua dan guru di sekolahnya, Farel sering ikut lomba-lomba untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. Lomba matematika, IPA, sampai lomba cerdas cermat pun diikutinya tanpa mengeluhkan keadaanya yang kurang.

Perjalanan Farel tidak semulus jalan tol. Berbagai diskriminasi karena keterbatasannya kerap ia alami. Salah satunya ketika ia ditolak oleh Dinas Pendidikan karena alasan yang tidak jelas dari olimpiade matematika.

Namun semangatnya yang tak kunjung padam itulah yang mengantarkannya mampu menjajaki arena prestasi yang gemilang di usia muda. Bersama kedua temannya, baru-baru ini, Farel mampu menjadi pemenang dalam lomba lomba cerdas cermat tingkat kabupaten. Hal itu membuat Farel berhak maju ke tingkat provinsi.

Kemudian, karena prestasinya, Farel diajukan oleh pihak sekolah, SMP Putra Bangsa menjadi wakil di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) mata pelajaran matematika tingkat nasional. Hal itu ia dapatkan setelah mampu menjadi juara di tingkat kabupaten dan provinsi. “Saya beruntung mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Itu membuat saya tidak berjalan sendiri untuk meraih sukses,” tutur sulung dari tiga bersaudara tersebut.

Selain prestasi dalam bidang akademik, Farel pun aktif di ekstrakulikuler Pramuka, karya ilmiah remaja, renang, dan elektro. [Muhammad Irkham A]

 

 

sumber gambar : di sini

Muhammad Irkham Abdussalam

Muhammad Irkham Abdussalam

Add comment

Most popular

Most discussed