MudaIndonesia

Dini Mitasari (Atlet Sepak Takraw) Menimang Bola Rotan, Mendulang Medali

Lahir dari keluarga yang berlatar belakang sebagai pencinta sepak takraw, Dini Mitasari sudah diarahkan keluarganya ke cabang olahraga tersebut sejak SD.

“Saya menggeluti cabang olahraga ini karena faktor lingkungan dan diarahkan keluarga untuk berlatih di klub sepak takraw Palapa. Kebetulan kakak dan adik saya juga diarahkan ke olahraga ini,” katanya.

Sejak kelas 5 SD, Dini sudah mulai melatih kemampuannya bermain sepak takraw. Setiap sore dia berlatih bersama rekan-rekannya dibimbing dua pelatih, yaitu Rifai dan Mustakin. Keduanya mengajari hampir semua teknik dasar beserta trik-trik permainan sepak takraw.

“Setiap pagi sekitar pukul 05.00 WIB, jalan raya adalah saksi perjalanan dan kerja keras saya. Di situ, selama kurang lebih 45 menit, saya jogging.”

Tak hanya mengarahkan Dini menggeluti sepak takraw, ayahnya bahkan membuatkan program latihan khusus untuk dirinya. Sang ayah juga menemaninya jogging setiap pagi, dan selalu mencermati perkembangan anaknya itu melalui pelatihnya.

“Bapak benar-benar peduli dan ingin anaknya mengukir prestasi.”

Ya, banyak prestasi telah ditorehkan Dini sejak SD. Pada saat SMP, dia bergabung ke dalam PPLP di Salatiga. Dari tempat itulah, Dini banyak mengikuti kejuaraan nasional. Tak tanggung-tanggung, Dini bahkan menjadi bagian Timnas Sepak Takraw.

Bergabung dengan Timnas pada 2007, Dini dan timnya memberikan satu medali perunggu pada kejuaraan dunia King’s Cup Thailand, dan pada 2008 sebuah medali perunggu diraih pada Asean Indoor di Tiongkok. Yang jelas, setiap tahun Dini dan timnya selalu menyumbangkan medali perak atau perunggu di level internasional.

Ikhlas

Karena sejak usia belia, Dini lebih banyak “bermain-main” dengan bola rotan, kesempatannya untuk berkumpul atau bermain dengan teman sebaya nyaris tak ada. Lebih-lebih ketika dia sudah masuk ke dalam Timnas, waktunya lebih banyak dilewatkan pusat latihan Timnas Sepak Takraw.

“Sejak masih belia, waktu saya habis untuk bermain-main dengan bola rotan ini. Meski tak bisa bermain dengan teman sebaya selayaknya anak kecil, saya ikhlas. Saya berharap, usaha saya ini terbayar dengan medali yang saya berikan untuk bangsa dan negara, juga memberikan kebanggaan kepada keluarga.”

Ada satu hal yang belum dicapai Dini dan masih terus menjadi obsesinya. Medali emas.

“Ya, sampai hari ini saya masih berjuang keras untuk bisa mempersembahkan emas pertama di level internasional,” pungkasnya. (*)

 

Muda Indonesia

Muda Indonesia

Add comment

Most popular

Most discussed