MudaIndonesia

Etos Kerja Sang Profesor Muda

Sebagian civitas akademika Unnes mungkin sudah tidak asing lagi dengan  profesor muda dari Unnes. Namanya tidak asing  lagi, banyak media sudah memuatnya, yah karena menjadi peserta termuda dalam Konferensi Internasional IC-Thusi (Islamic Conference on Thought Human Sciences In Islam) yang diadakan di Jakarta pada tanggal 19-20 November 2014.

Azzam Hanif Robbani, yang kerap dipanggil Azam berhasil memaparkan makalahnya yang berjudul “Formulas Maximum Income with Islamic Economics Approach”, di depan para profesor dunia. Sambutan baik diterimanya, hingga mendapat  gelar Prof sebagai apresiasi kerja keras, dan keberanian menjadi pemakalah termuda dalam konferensi tersebut.

Teori yang dikemukakan Azam menerangkan, bagaimana cara memperoleh pendapatan maksimal dengan cara membuat suku bunga sama dengan nol (0) menggunakan Kaidah Equivalen Rate sehingga berdampak pada Agregat supply.

Pemuda yang  lahir duapuluh satu tahun silam ini, tidak hanya menempuh pendidikan sekolah formal saja. Dia pernah sekolah dan nyantri di ponpes Al-Hikmah, Karanggede Boyolali. Setamat SMP dan nyantri di ponpes tersebut, dia melanjutkan studi ke Lembaga Tahfidz Turki di United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI), Rawamangun, Jakarta selama satu tahun untuk pendalaman Al-Quran. Selanjutnya, menempuh pendidikan ke MAN 1 Yogjakarta.

Untuk mencapai prestasi yang gemilang ada beberapa resep. Azam mengatakan bahwa, usaha mencapai prestasi dengan lari kepada rutinitas harian amalan diri sendiri. Seperti halnya sholat tahajud, dan belajar secara rutin.

“Pada intinya diri kita dituntut untuk belajar dan berdoa secara berkesinambungan. Kata kunci yang harus dipegang adalah ulet dan telaten.” Kata Azzam, Jumat (06/03).

Muhammad Irkham Abdussalam

Muhammad Irkham Abdussalam

Add comment

Most popular

Most discussed