MudaIndonesia
Globalisasi

Globalisasi

GLOBALISASI

 

  1. Pengertian Globalisasi

Secara umum pengertian globalisasi adalah suatu proses menjadikan dunia ini menjadi satu dimana individu tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah. Jadi setiap individu bisa terhubung dengan individu lain walaupun dipisahkan oleh sebuah negara atau batas-batas wilayah. Kata “Global” berarti mendunia sedangkan “lization” berarti proses. Sehingga dalam pengertian bahasa globalisasi adalah suatu proses mendunia. Globalisasi membuat komunikasi atau informasi berjalan lebih atau bahkan bisa dikatakan sangat mudah. Berbagai informasi mulai dari perdagangan, teknologi, gaya hidup bahkan budaya di era globalisasi ini sangat mudah dicari tanpa ada batasnya.

Ada beberapa pengertian globalisasi menurut para ahli, diantaranya sebagai berikut

  1. Menurut Achmad Suparman

Globalisasi adalah suatu proses yang menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dari setiap individu di dunia tanpa dibatasi oleh wilayah.

  1. Menurut Emanuel Ritcher

Globalisasi adalah suatu jaringan kerja global yang mempersatukan masyarakat secara bersamaan yang sebelumnya tersebar menjadi terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.

  1. Menurut Selo Soemardjan

Globalisasi adalah sebuah proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama.

 

  1. Dampak Globalisasi
  2. Dampak Positif Globalisasi
  3. Kemajuan di bidang komunikasi dan transportasi.
  4. Meluasnya pasar untuk produk dalam negeri.
  5. Meningkatkan turisme dan pariwisata.
  6. Mudahnya mendapat informasi dan ilmu pengetahuan.
  7. Tingkat pembangun yang semakin tinggi.

 

  1. Dampak Negatif Globalisasi
  2. Munculnya sikap yang individualisme.
  3. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa.
  4. Budaya konsumtif semakin marak.
  5. Norma-norma yang dianggap “jadul” akan ditinggalkan.
  6. Informasi yang tak terkendali.

 

  1. Pengaruh Globalisasi di Indonesia

Tanpa disadari di era globalisasi seperti sekarang ini dengan mudahnya berbagai informasi masuk ke Indonesia berdampak pada perilaku masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang awalnya menjunjung sikap dan perilaku negara-negara timur, seiring masuknya globalisasi sikap dan perilaku “ketimuran” itu semakin terkikis. Disadari atau tidak saat ini sikap dan perilaku masyarakat Indonesia mulai berubah dan mengikuti budaya negara-negara barat yang menonjolkan budaya liberalisme. Bukan hanya dalam bidang atau segi sikap dampak dari globalisasi. Berbagai sendi kehidupan sudah mulai terkena damapk dari globalisasi. Akan dibahas beberapa dampak globalisasi di berbagai bidang dibawah ini.

  1. Gaya Hidup

Gaya hidup tradisional atau sering disebut gaya hidup kuno saat ini semakin berkurang bahkan cenderung ditinggalkan oleh masyarakat saat ini. Masyarakat cenderung memilih gaya hidup yang modern daripada gaya hudup yang kuno. Praktis, cepat, serba instan menjadi alasan mengapa banyak masyarakat yang memilih gaya hidup modern. Salah satu buktinya adalah dulu masyarakat Indonesia menganggap bahwa semakin banyak anak semakin banyak rejeki untuk keluarga tersebut. Namun saat ini anggapan tersebut telah hilang dari pemikiran sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain karena faktor program Keluarga Berencana (KB), hilangnya pemikiran tersebut juga dikarenakan gaya hidup modern yang mulai diterapkan masyarakat Indonesia. Dalam pemikiran modern banyak anak dalam sebuah keluarga justru akan menyebabkan beban tanggungan keluarga akan semakin besar.pengeluaran keluarga seperti biaya hidup, biaya pendidikan hingga biaya kesehatan akan semakin banyak dan mahal.

Globalisasi juga membawa dampak negatif terhadap gaya hidup masyarakat Indonesia. Contohnya ada sebagian masyarakat Indonesia yang meniru gaya hidup bangsa lain yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Seperti suka minum-minuman keras, gaya hidup hedonisme, rasa hormat kepada orang yang lebih tua berkurang dan masih banyak lagi. Gaya hidup yang tidak sesuai dengan budaya orang Indonesia harus kita hindari.

  1. Komunikasi

Komunikasi adalah sebuah hubungan seseorang dengan orang lain. Komunikasi bisa dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dahulu sebelum era globalisasi untuk berkomunikasi dengan orang lain kita masih menemui berbagai kesulitan. Seiring kemajuan zaman kita mulai bisa berkomunikasi dengan orang yang jauh dari kita dengan menggunakan surat. Namun kelemahan surat adalah di faktor waktu yaitu surat bisa sampai ke tujuan satu atau dua hari bahkan kadang lebih. Namun setelah manusia memasuki era globalisasi masalah komunikasi bisa teratasi. Kita dapat berkomunikasi dengan orang yang berbeda wilayah bahkan berbeda negara dengan mudah, murah, dan cepat. Sarana yang digunakan misalnya telepon kabel, telepon seluler, internet, e-mail, dan faksimile. Dengan adanya alat-alat tersebut kita dapat berkomunikasi dengan siapa saja di dunia ini. Namun kita harus bisa menggunakan semua sarana dan prasarana komunikasi dengan bijaksana. Gunakan semua itu untuk perbuatan yang positif misal mencari materi pelajaran atau untuk menggalang dana bantuan lewat media internet. Jangan menggunakan sarana komunikasi untuk hal-hal negatif apalagi untuk kejahatan. Semua benda atau alat di dunia ini akan bermanfaat jika digunakan dengan bijak, maka gunakanlah sarana komunikasi dengan bijaksana dan bertanggungjawab.

  1. Bahasa

Berkembangnya globalisasi membuat seakan dunia ini menjadi satu tanpa ada batas. Segala sesuatu dapat masuk dan keluar dari satu negara menuju negara lain. Termasuk dalam hal ini adalah bahasa. Di Indonesia yang awalnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar lama-kelamaan berubah menjadi bahasa yang “kebarat-baratan”. Masyarakat Indonesia yang awalnya memanggil orang yang lebih tua dengan panggilan kakak, mas, atau abang mulai hilang. Orang yang lebih muda memanggil orang yang lebih tua langsung dengan namanya. Budaya bahasa yang seperti itu tidak sesuai dengan adat dan kebiasaan bangsa Indonesia. Jika itu dilakukan di luar negeri tidak akan menjadi masalah karena adat dan kebiasaan di luar negeri dengan di Indonesia berbeda. Jadi untuk itu mari kita junjung budaya bahasa yang sesuai dengan adat dan kebiasaan orang Indonesia dalam berbasa, karena itu merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang sopan san santun dalam berbahasa.

  1. Pakaian

Fungsi dasar dari pakaian adalah untuk melindungi badan dan untuk menutup bagian yang “privasi”. Namun fungsi pakaian saat ini berbeda dengan dahulu. Fungsi pakaian saat ini adalah untuk bergaya dan untuk mengikuti trend fashion saat ini. Pada zaman dahulu pakaian masih sangat sederhana dan difungsikan untuk menutupi aurat. Namun saat ini sudah ada berbagai model pakaian. Model pakaian saat ini banyak yang model pakaian terbuka dan tidak menutupi aurat. Kata orang awam “pakaian belum jadi sudah dipakai”. Karena era globalisasi mau tidak mau kita harus mengikuti model pakaian yang ada saat ini. Namun sebagai bangsa yang mayoritas masyarakatnya beragama muslim, masyarakat Indonesia harus bisa memilih mana pakaian yang sopan untuk digunakan dan mana pakaian yang kurang sopan untuk digunakan.

  1. Ekonomi

Pengaruh globalisasi dalam bidang ekonomi sangat banyak pengaruhnya. Di artikel ini kita akan membahas beberapa diantaranya. Yang pertama  adalah pasar bebas. Barang-barang dari berbagai negara dapat dengan mudah masuk ke Indonesia, begitupun sebaliknya. Berbagai barang dari luar negeri membanjiri pasar di Indonesia mulai dari barang original sampai barang yang “KW”. Keuntunganya untung masyarakat Indonesia adalah masyarakat Indonesia menjadi memiliki banyak pilihan jika akan membeli barang. Akan tetapi bagi produsen asli Indonesia itu sangat merugikan. Produk asli buatan Indonesia kalah dengan produk buatan luar negeri. Karena barang luar negeri jauh lebih murah dan dianggap kualitasnya lebih baik dari kualitas produk asli Indonesia.

Yang kedua adalah mudahnya tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Dampak postif dari hal tersebut adalah Indonesia mendapatkan banyak tenaga ahli dari luar negeri untuk pembangunan di Indonesia. Dampak negatifnya adalah tenaga kerja Indonesia yang kemampuannya dibawah tenaga kerja asing akan disisihkan bahkan dapat diberhentikan. Demo yang dilakukan oleh Serikat Buruh Indonesia belum lama ini, membuktikan kekhawatiran para tenaga kerja Indonesia dengan mudahnya tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Para tenaga kerja Indonesia khawatir apabila para pemilik pabrik atau perusahaan lebih memilih tenaga kerja asing daripada tenaga kerja Indonesia. Sebenarnya bila kita lihat dari sisi lain masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia seharusnya menjadi sebuah motivasi bagi tenaga kerja Indonesia untuk terus belajar dan belajar agar kemampuan tenaga kerja Indonesia tidak kalah dengan tenaga kerja asing.

 

  1. Upaya Mengatasi Dampak Globalisasi Globalisasi di Indonesia
  2. Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

Cara untuk mengatsi dampak globalisasi adalah dengan cara meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Untuk bisa meningkatkan SDM tersebut salah satu caranya adalah melalui pendidikan. Seperti program yang saat ini telah pemerintah laksanakan yaitu WAJIB BELAJAR 12 tahun. Dengan begitu diharapkan bisa menanggulangi masalah tingkat pendidikan yang rendah di Indonesia. Dengan pendidikan yang optimal dan maksimal, bangsa Indonesia dapat menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi, sehingga diharapkan masyarakat Indonesia dapat bersaing di kancah internasional.

  1. Meningkatkan Moralitas Bangsa

Di era globalisasi seperti ini moral bangsa Indonesia justru menurun. Padahal sangat penting meningkatkan moral bangsa di tengah arus globalisasi yang semakin kencang. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kaum intelektual yang harus meningkatkan moral bangsa Indonesia. Melainkan semua komponen atau elemen bangsa harus bahu-membahu berupaya meningkatkan moral bangsa di tengah globalisasi. Sebab jika ada salah satu komponen bangsa Indonesia yang tidak mau bergerak untuk menyelesaikan masalah ini, maka masalah moral ini akan sulit teratasi. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai moral bangsa Indonesia adalah dengan melaksanakan pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Karena melalui pembelajaran tersebut masyarakat akan mengetahui nilai moral bangsa Indonesia yang luhur dan baik.

  1. Meningkatkan Jiwa Nasionalisme

Adanya dampak negatif dari globalisasi menjadi suatu tantangan berat untuk negara berkembang yang belum maju dan kuat. Oleh karena itu sebagai bangsa yang besar masyarakat Indonesia harus mempunyai rasa atau jiwa cinta tanah air yang sering disebut nasionalisme. Jiwa nasionalisme harus dimiliki ditengah globalisasi seperti sekarang ini. Bila masyarakat Indonesia memiliki jiwa nasionalisme maka bangsa Indonesia tidak akan mudah untuk “dipermainkan” oleh negara-negara maju. Oleh karena itu jiwa nasionalisme harus terus ditingkatkan dan ditumbuhkan sejak usia muda agar ketika anak-anak menjadi dewasa rasa cinta tanah air telah tumbuh di hati masyarakat Indonesia.

  1. Melestarikan Adat Istiadat dan Budaya Daerah

Karena globalisasi yang membuat dunia menjadi satu tanpa batas, apapun dengan mudah dapat masuk ke Indonesia. Tidak terkecuali dengan budaya bangsa lain. Dengan mudah budaya bangsa lain masuk ke Indonesia lewat berbagai jalur. Menyukai atau mempelajari budaya bangsa lain memang tidak salah dan tidak dilarang. Akan tetapi sebagai masyarakat Indonesia kita wajib memiliki rasa cinta yang lebih terhadap budaya asli Indonesia. Kita harus melestarikan budaya asli Indonesia jangan sampai budaya Indonesia hilang dan berganti dengan budaya bangsa asing. Melestarikan budaya daerah dan budaya Indonesia adalah tugas dari semua masyarakat Indonesia khususnya generasi muda Indonesia. Seperti yang diketahui generasi muda Indonesia saat ini cenderung lebih memilih mempelajari dan mengamalkan budaya asing daripada budaya daerahnya sendiri. Hal seperti itu apabila dibiarkan akan berdampak pada hilangnya budaya daerah yang membuat generasi masa depan tidak akan dapat melihat dan mempelajari budaya daerah. Kecenderungan generasi muda untuk mempelajari budaya asing harus segera dirubah. Generasi muda harus lebih mencintai budaya daerah dan melestarikan budaya daerah agar generasi masa depan bisa melihat betapa indah dan beraneka ragam budaya daerah dan betapa kayanya bangsa Indonesia dengan ribuan budayanya.

Globalisasi memang tidak bisa ditolak dan akan terus berkembang, mau tidak mau kita harus menerima globalisasi. Namun kita sebagai sebuah bangsa tentu mempunyai jati diri sebagai bangsa yang besar yang bernama Indonesia. Terima globalisasi dengan berfikir kritis dan positif. Terima hal yang positif dan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dan tinggalkan yang tidak sesuai. Lestarikan budaya asli bangsa Indonesia agar anak cucu kita dapat melihat betapa kaya bangsa Indonesia ini. Kita harus menumbuhkan rasa nasionalisme, dan di dalam hati kita harus ada Indonesia.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Nugroho, Agung dan Sarjan. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

 

 

 

 

 

 

 

Nama               : Bandhu Pradipta Nara

NIM                : 8111415181

Rombel            : 138

Bandhu Nara

bandhu pradipta N

Add comment

Most popular

Most discussed