MudaIndonesia

Heru Setiawan, Pelajari Media Pembelajaran Hingga Monash University

Impian Heru Setiawan untuk melanjutkan studi S2 terealisasi. Dia akhirnya diterima di Monash University, Australia. , untuk mempelajari media pembelajaran. Kegigihannya membawa dia semakin dekat mewujudkan cita-cita: dosen.

Sejak awal Heru memang dikenal sebagai seorang yang gigih. Meski terlahir sebagai anak terakhir, ia tak lantas mengandalkan kakak-kakaknya untuk mencapai sesuatu. Dia berusaha agar keinginannya diwujudkan dengan keringatnya sendiri.

Heru menekuni kegiatan menulis, bidang yang dekat dengan minatnya. “Menulis itu enak. Bisa jadi seorang penemu, dan karyanya bisa dikenang sepanjang masa,” katanya.

Dengan banyak prestasi yang dia raih seperti saat ia menjadi presenter of  basic Science International Confrence. Itu kali pertama ia terlibat di acara berkelas internasional. Heru jadi semakin yakin, tulisan bisa mengantarkannya ke acara sebesar itu.

“Aku hanya senang menulis, tapi tidak semua hal bisa ditulis. Itu artinya kita perlu bersosialisasi dengan lingkungan.”

Heru memang sudah asyik-masyuk dalam dunia penelitian dan penemuan. Semua dia lakukan secara serius. Bahkan, bila harus tengah malam membuat preparat (objek dasar yang akan diamati), dia tak akan surut.

Di Jurusan Biologi, Heru boleh dibilang mahasiswa terunggul karena ia menjadi mahasiswa berprestasi urutan pertama di fakultasnya. Tentu saja dia bangga, tapi tidak lantas menjadi sombong.  Ia tetap bekerja dan membuat karya bersama teman-temannya, baik kakak tingkat, sebaya, maupun adik tingkatnya.

Mengawali sekolah dasar di desa, lalu melanjutkan sekolah menengah di sekolah favorit membuatnya sempat drop karena banyak orang yang lebih pandai darinya. Namun hal itu lantas menjadi pemecutnya kala ia menempuh SMA.

Memilih SMA yang biasa saja itu menguntungkan buatnya, karena dengan begitu ia bisa dengan mudah menjadi lebih unggul dari teman-temannya. Ia manfaatkan kesempatan itu untuk lebih unjuk gigi. Hasilnya ia menjadi terbiasa dengan kegiatan “memanfaatkan kesempatan”  itu hingga jadi mahasiswa berprestasi urutan pertama di Fakultas MIPA tersebut.

Catatan penemuannya lumayan signifikan disebut. Ya, Heru adalah penggagas kulkas ramah lingkungan, baterai dari kulit kerang hijau, dan baterai dari lumpur Bledhuk Kuwu.

Tak hanya itu, jiwa pekerja keras, pantang menyerah dan tidak suka nganggur pun tampak dari matanya saat berbicara dengan seseorang. Ia selalu menyorotkan matanya tepat pada lawan bicaranya. Mengapa?

“Dengan begitu, saya bisa menjadi lebih fokus,” katanya.

Terhubung dan Bekerja Samalah dengan Heru:

Rahmat Petuguran

Rahmat Petuguran

Add comment

Most popular

Most discussed