MudaIndonesia

Jalan Panjang Cessna Kurniawan Menjadi Konduktor

MENJADI konduktor bagi Voice of Conservation (VoC) adalah pengalaman yang berharga bagi Cessna Kurniawan. Ia berhasil mengantar grup paduan suara itu meraih berbagai prestasi. Salah satunya: emas dalam 6th Bali International choir Festival (BICF).

Mahasiswa Jurusan Sendratasik ini telah menempuh proses panjang sebelum menjadi konduktor ulung seperti kini. Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP), pemuda kelahiran Tarakan ini sudah mulai belajar paduan suara. Ia mengaku bangga dan menikmati aktivitasnya dalam bidang itu.

Ketika menjadi mahasisa, kesempatan mengembangkan bakat baginya semakin terbuka.  Saat timnya berlomba di Universitas Semarang (USM) beberapa waktu lalu, ia ditunjuk oleh pelatihnya (Eko Rahardjo) supaya menjadi konduktor. Kepercayaan itu sempat membuatnya kaget. Tetapi dengan kepercayaan diri, ia berusaha menjalankannya sebaik mungkin.

BICF merupakan ajang paling bergengsi yang dimiliki oleh Indonesia. Dalam festival itu, ada sejumlah kategori yang ditampilkan. Antara lain Musica Sacra, Pop & Jazz, Male Choir, Female Choir, Mixed Choir, Mixed Youth, Folklore, Scienic Folklore, Vocal Group, Gospel, Show Choir, Senior, dan lain lain. Saat tampil di pulau dewata, VoC memiliih katergori Folklore dan scienic folklore. Cessna dipercaya tampil sebagai konduktor pada kategori Folklor dengen menampilkan  “Ulan Andung-andung” dan “Anoman Obong”. Adapun pada kategori scienic folklore, pelatih merekalah, Eko Agus Kandung, yang menjadi konduktornya.

“Memilih lagu itu, karena kita ingin membawa kisah folklor. Pertama, kisah patah hati atau kesedihan, dan yang kedua cerita perang atau berapi,” tuturnya mengenai alasan memilih kategori itu.

Ia dan tim mempersiapkan diri mengikuti BICF. Untuk tampil pada bulan Juli, mereka sudah mulai mempersiapkan diri pada Desember tahun lalu. Pilihan itu dilakukan karena ajang itu memang bergengsi. Event itu diikuti paduan suara dari berbagai negara.

Tentu saja persiapan itu tak selalu berjalan mulus. Ia dan tim harus cermat membagi waktu latihan dengan kuliah. Kesulitan itulah yang membuat latihan sempat beberapa kali tertunda. Selain itu, tempat latihan juga sempat berpindah-pindah. Selayaknya organisasi, mereka juga harus berjibaku menghadapi persoalan internal.

Tetapi semua kendala itu bisa diatasi. Perjuangan Cessna dan 41 teman lainnya akhirnya berbuah manis. VoC berhasil mengalahkan pesaingnya dari beberapa negara seperti, Amerika, Filipina, Korea, Cina, Thailand, dan lain-lain. Dalam event  yang diselanggarakan di Hotel Sanur Paradise, Bali, itu timnya memperoleh dua medali.

Kebanggaan Cessna semakin bertambah lantaran katergori yang ia konduktori  ternyata menarik hati pihak Cina. Bukan sekadar tertarik, VoC dimintai untuk mengisi sebuah festival di negara tirai bambu itu.

“Untuk kategori folklor, ternyata diminati oleh Cina. VoC diundang untuk mengisi acara Festival di sana, akhir tahun ini. Mohon doanya, karena VoC akan berangkat memperkenalkan budaya Indonesia melalui lagu dan tentunya membawa nama universitas,” tuturnya.

Kontributor: Diah Pratiwi (Semarang)

Rahmat Petuguran

Rahmat Petuguran

Add comment

Most popular

Most discussed