MudaIndonesia

Kreasi Para Difabel Yogyakarta Tembus Pasar Eropa

Apa yang terlintas dibenak kita saat sudah kehilangan sanak keluarga, ludesnya harta benda, dan ditambah lagi kehilangan bagian-bagian tubuh sehingga menjadi seorang yang cacat. Begitu kiranya kehidupan beberapa masyarakat pasca gempa Yogyakarta 2006 lalu. Seolah pintu harapan sudah tertutup, mereka akhirnya mampu berdiri lagi. Lebih tinggi, dan jauh lebih tinggi lagi.

Adalah rumah karya Mandiri Craft di Jalan Parangtritis Km 7 Bantul yang menjadi pijakan kuat untuk bangkit. Sebuah rumah usaha yang membuat berbagai kerajinan dari bahan alam yang mampu menembus pasar Eropa. Dan, para pekerja di Mandiri Craft bukanlah orang normal, namun adalah orang-orang difabel yang mencoba untuk bangkit dari keterpurukan.

Mandiri Craft merupakan usaha yang dibangun dari modal yang diberikan oleh pemerintah Jepang pasca gempa Yogyakarta. Di Mandiri Craft, beberapa karyawan seperti Daryono—difabel yang kehilangan kakinya akibat kecelakaan—mengungkapkan, Mandiri Craft sudah seperti rumah sendiri. Bersama belasan teman-temannya yang difabel pula mereka bekerjasama sebagai sebuah tim yang erat. Mereka membuat berbagai kerajinan, mulai dari mainan edukatif anak-anak berbahan dasar kayu sampai speaker dari bambu.

“Kalau tidak baik kerjasamanya, akan sulit sekali kita bisa menghasilkan karya yang maksimal,” tutur Daryono.

Semangat dan kebersamaan para difabel selalu ditunjukkan dalam mengerjakan berbagai pesanan, mulai dari memilih kayu, memotong, membuat pola, mengerjakannya, sampai finishing tanpa kesulitan. Alhasil bukan hanya pasar Indonesia saja yang menjadi konsumen produk mereka, namun Eropa pun ditembusnya.

Arif Wibowo, pengelola Mandiri Craft mengungkapkan bahwa kenyamanan di sini adalah yang paling utama. Para pekerja bukan sebatas karyawan, namun mereka adalah keluarga. “Satu nasib, satu pengertian, sehingga saling membantu layaknya keluarga,” katanya. [Muhammad Irkham A]

Muhammad Irkham Abdussalam

Muhammad Irkham Abdussalam

Add comment

Most popular

Most discussed