MudaIndonesia

Manfaatkan Limbah Kaca untuk Tingkatkan Kualitas Garam

Limbah kaca yang tidak berguna dimanfaatkan Aan Priyanto untuk meningkatkan kualitas garam.

Mengetahui limbah kaca yang tidak bisa terdegradasi dengan cepat, mahasiswa yang akrab dipanggil Aan ini mengubahnya menjadi komposit berpori atau penyaring (filter). Penelitiannya ini dilakukan melalui metode hidrotermal sebagai filter brackish water.

Bersama temannya Susanto dan Alif Fuadah serta dua dosennya Sulhadi dan Mahrdika Prasetya Aji, Aan melakukan penelitian ini untuk meningkatkan kualitas garam. Kualitas garam selama ini masih rendah. Hal itu yang menjadikan Indonesia masih melakukan impor garam. Padahal Indonesia merupakan negara maritim yang tentunya dapat memproduksi garam yang sangat melimpah.

Menurut Aan, kualitas garam Indonesia masih rendah karena kandungan garam tidak murni NaCl tapi terdapat banyak zat lain (pengotor) yang ikut tercampur dalam garam, seperti SO42, Ca2+ , dan lain-lain. Dengan menggunakan komposit berpori garam tersebut, garam yang masih kotor tersebut disaring sehingga zat-zat pengotor tidak bisa lewat dan kemudian hasil saringan diuji menggunakan uji FTIR, AAS, dan uji lain.

Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi PEG dari satu persen hingga sepuluh persen. Kaca awalnya dihancurkan hingga berukuran sangat kecil (halus)  dan menjadi serbuk kaca menggunakan ball mailing. Serbuk kaca itu kemudian dibentuk dan dicampur dengan PEG dan akhirnya digunakan untuk menyaring garam.

Penilitian Aan ini dimuat di Jurnal berindex Scopus dengan judul “Performance of Porous Composite from Waste Glass on Salt Purification Process.”

Rahmat Petuguran

Rahmat Petuguran

Add comment

Most popular

Most discussed