MudaIndonesia

Menjadi Petani Sukses Ala Gun Sutopo

Indonesia terkenal sebagai negara agraris. Namun ironis, sampai saat ini sektor agraris belum dikelola secara maksimal. Bahkan cenderung ditinggalkan. Bergolak dengan panas matahari, ayunan cangkul yang berat, kotor, dan penuh peluh membuat sektor agraris dipandang tidak keren dijadikan sebagai lahan meraup untung. Generasi muda saat ini pun cenderung memilih menjadi karyawan di kota-kota besar daripada menjadi mengolah tanah di desa.

Namun tidak dengan Gun Sutopo yang tetap memilih menjadi petani. Petani sukses asal Sleman tersebut tetap percaya bahwa tanah dan pertanian adalah karunia alam yang bisa digunakan untuk hidup dan menghidupi.

Berkat kerja kerasnya, ia kini mampu menikmati hasilnya. Menjadi pemilik perkebunan buah Sabila Farm di Pakembinangun, Sleman, Gun—begitu ia akrab disapa—mengungkapkan bahwa untuk menjadi petani yang sukses diperlukan strategi, keseriusan, dan promosi dalam usaha. Dengan hal itu, Gun percaya bahwa konsumen akan terus datang dan mencari produksi buahnya.

Mulanya Gun memanfaatkan tanahnya di lereng Gunung Merapi untuk menanam buah naga. Hasil kebun buah naga ternyata langsung diminati banyak pembeli. Hal itu membuat Gun terpacu mengembangkan usahanya. Sampai saat ini, tidak hanya buah naga saja, namun juga srikaya. Melalui produk yang Gun namakan Sabila Farm, setiap hari ia menyuplai buah ke pasar besar.

“Saya menjual buah naga merah dengan harga Rp 30 ribu per kilogram, buah naga putih dengan harga Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan srikaya saya jual dengan harga Rp 30 ribu hingga 50 ribu per kg,” tuturnya.

Saat ini produksi buah dalam negeri masih kurang. Masih banyak impor buah dari luar yang justru banyak dikeluhkan kandungan gizinya. Ini, menurut Gun adalah peluang untuk menjadikan usaha buah-buahan dan pertanian kembali bergelora di negeri sendiri.

Gun mengungkapkan bahwa saat ini banyak petani di Indonesia tidak dididik untuk menjadi pengusaha sukses. Mereka hanya sekadar bertani, tanpa tahu bagaimana memasarkan produknya.

“Mereka (petani) harus berani mengubah pola pikir, dan berani bertindak. Semua bisa dipelajari agar bisa bisa menghasilkan produk yang bagus. Jangan menyerah dan hanya mengandalkan bantuan,” ungkap Gun.

 

 

 

Muhammad Irkham Abdussalam

Muhammad Irkham Abdussalam

Add comment

Most popular

Most discussed