MudaIndonesia

Olah Sampah “Si Ratu Sampah”

Awalnya dia sangat gelisah. Onggokan sampah yang terpampang di depan matanya sangat tidak nyaman dipandang. Amilia Agustin bersama kawan-kawannya mengagas komunitas berbasis sekolah yang bernama “Go to Zero Waste School”.

Perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya adalah awal dari dari berbagai masalah lingkungan. Persoalan kesadaran diri terhadap lingkungan yang ada di negara ini sangat parah, hingga orang dengan mudah membuang sampahnya sembarang.

Melalui komunitasnya, Amilia mencoba untuk memberdayakan sampah di sekitarnya. Daur ulang sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis menjadi cara utamanya. Sampah organik diolah dengan metode kompos dan kain perca diolah menjadi tas yang jauh lebih terasa kegunaannya.

Jika kita bukan orang sembarangan, jangan membuang sampah sembarangan!

Amilia Agustin

Komunitas Go to Zero Waste School semakin melejit keaktifannya. Tak lama, ia lebih dikenal dengan sebutan “Ratu Sampah”. Setelah dalam program Karya Ilmiah Remaja, Amilia berhasil mendapatkan biaya operasional sebesar 2,5 juta dari Ashoka Indonesia untuk mengembangkan komunitas lingkungannya.

Dimulai dengan bank sampah yang bekerja sama dengan Bank Mitra Syariah, penjualan hasil olahan sampah, hingga menginspirasi warga Baleedah untuk membuat kampung harapan, yaitu pusat pengelolaan sampah rumah tangga yang diharapkan bisa menjadi salah satu solusi bagi pencegahan banjir.

Karena kepeduliannya yang tinggi terhadap lingkungan, Siswi SMA N 11 Bandung tersebut mendapat penghargaan dari Satu Indonesia Award 2010.

Muhammad Irkham Abdussalam

Muhammad Irkham Abdussalam

Add comment

Most popular

Most discussed