MudaIndonesia

Memperingati Natal, Meneladani Kesederhanaan Yesus

Paus Fransiskus mengingatkan umat Kristiani tentang bahaya konsumerisme, hedonisme, dan narsisme saat menyampaikan khotbah natal di Vatikan kemarin. Ini kejutan.

Apakah ia melihat ketiga masalah itu demikian besar, sama besar dengan masalah perang yang melahirkan jutaan pengungsi, seperti ia singgung pula di khotbah yang sama?

Atau, konsmerisme dan perang sebenarnya berada pada garis yang sama? Saya menduga begitu.

Orang berperang untuk menguasai wilayah, memperoleh legitimasi dan otoritas untuk mengolah kekayaan di wilayah itu. Itu berarti, perang cuma strategi merebut kekayaan, sama seperti pertarungan singa dan serigala yang berebut mayat rusa. Kalaupun ada argumentasi ideologis, itu cuma strategi lain supaya tindakannya tidak tampak terlalu biadab.

Bagi Paus Fransiskus, barangkali, perang bisa dicegah dari diri seseroang dengan menekan hasrat konsumsinya. Ya, bersikap sederhana, hanya membeli sesuatu yang sungguh diperlukan. Tidak usah kemrungsung memiliki ini itu, apalagi sampai merebut hak orang lain.

Ia menyebut bocah (merujuk pada Yesus) yang telah memberi teladan sangat baik untuk hidup sederhana.

Pesan Paus Fransiskus saya kira sederhana namun amat mendalam. Pesannya bisa sekaligus menjadi kritik kepada umat kristiani lain yang kerap memperingati natal, justru, dengan berbelanja secara berlebih-lebihan.

Selamat natal bagi kawan-kawan kristiani.
Selamat meneladani Yesus.

Rahmat Petuguran
Pemimpin Redaksi MUDAINDONESIA.COM

Rahmat Petuguran

Rahmat Petuguran

Add comment

Most popular

Most discussed