MudaIndonesia

Selokan Antar Luca dan Galih ke Negeri Paman Sam

Inspirasi bisa datang kapan pun tanpa diduga-duga. Seperti dua pelajar SMA N 1 Surakarta, Luca Cada Lora dan Galih Ramadhan. Pasca hujan abu dari Gunung Kelud, mereka berdua tak sengaja melihat ke selokan yang tampak lebih bersih dari biasanya. Rasa penasaran Luca dan Galih muncul, “apakah selokan bersih karena abu vulkanik?”

Kehausan akan rasa penasaran tersebut mengantar mereka pada pengetahuan baru bahwa abu vulkanik mampu menyerap logam berat. Dari situlah, rasa penasaran mereka semakin tinggi hingga penelitian-penelitian untuk menjawab berbagai rasa penasaran terus mereka lakukan.

Tanpa mengenal lelah dan terus mencari ilmu dari para pakar, mereka berhasil menciptakan alat pengolahan limbah bernama Packed VolcASH: An Inorganic Nature of Heavy Metals Adsorbent. Alat tersebut sudah digunakan di limbah cair industri batik Kampung Laweyan, Solo.

Alat hasil penemuan pelajar Kota Bengawan tersebut mengatarkan mereka ke Negeri Paman Sam untuk mempresentasikan produknya dalam ajang Intel ISEF sekaligus menempatkan mereka di peringkat empat.

Perjuangan tidak mudah harus dilewati Luca dan Galih untuk memfiniskan alat tersebut. Secara telaten, Luca dan Galih harus mengikuti bimbingan para pakar, yakni Dr Pranoto Msc dan Candra Purnawan MSc, dosen jurusan Kimia Fakultas MIPA, Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

Ketelitian dan kesabaran keduanya membuahkan hasil setelah mereka berhasil menemukan apa yang dinamakan compact wastewater treatment (CWT).

Abu vulkanik dikemas dan dirangkai menjadi CWT yang mampu menampung 1,2 kilogram abu vulkanik dengan kapasitas adsorpsi mendekati 6.000 mg ion logam berat.

Packed VolcASH pertama kali diikutkan dalam seminar nasional teknologi industry hijau. Sebulan berselang, Luca dan Galih membuat proposal dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-46 LIPI. Sebagai salah satu proposal yang lolos, mereka diundang ke Bandung untuk melakukan penelitian di Pusat Penelitian (Puslit) Geoteknologi LIPI Bandung hingga akhirnya terpilih menjadi salah satu wakil dari Indonesia di ajang Intel ISEF di Amerika.

Banyaknya sungai yang saat ini tercemar oleh limbah logam berat membuat mereka terus berinisiatif mengembangkan alat pengolah limbah yang murah, sederhana, dan efisien.

 

sumber gambar : sains.kompas.com

Muhammad Irkham Abdussalam

Muhammad Irkham Abdussalam

Add comment

Most popular

Most discussed