MudaIndonesia

Tidak Cukup dengan Kuliah Untuk Sukses

Jangan tanyakan apa yang bangsa berikan terhadapmu tapi apa yang sudah kamu berikan terhadap bangsa ini?

Mahasiswa Berfikir Kreatif dalam Menjalankan Bisnis dengan Jalan Aktifis. Mohamad Faizal Hidayat ( mahasiswa jurusan Teknik Elektro 2011 ) berawal dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), memulai bisnis kedai susu dan kopi yang sudah berkembang pesat. Apa buktinya?….

Definisi mahasiswa seakan menjadi pergolakan batin. Maha-nya siswa dianggap sebagai arsitek peradaban bangsa, itu menjadi salah satu tanggungan mahasiswa, selain tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, orang tua, sosial, dan lain sebagainya.

Saat terik matahari menyengat kawasan Unnes, obrolan ringan di depan UNSEC dengan Mohamad Faizal Hidayat pun dimulai , Rabu (10/09). Cita-cita Faizal sebenarnya hanya sederhana, mengenalkan produk dalam negeri sehingga bisa bersaing di dunia, tidak hanya satu atau beberapa, tapi sebanyak-banyaknya.

Setiap orang memang bisa saja berbisnis. Faizal pun demikian, ia memulai usaha kedai susu dan kopinya hanya dengan modal awal 1,3 juta rupiah dari proposal PKM yang didanai oleh dikti, tetapi jelas itu tidak cukup untuk membangun usahanya.

Faizal, begitu ia akrab dengan sapaannya, membuktikannya dengan langkah kecil sesuai minatnya di bidang pasar modal sehingga sekarang mampu mendirikan usaha francaishing, kedai susu dan kopi yang sudah mempunyai 4 cabang berlokasi di Semarang dan sekitarnya yakni di Cempaka Sari, Tembalang, Banjir Kanal Barat sedang dalam proses, dan di Purwodadi, dengan omset sekitar 100.000.000/bulannya.

Nongkrong. . .

Jaringan yang ia bangun sejak SMA berlanjut hingga bangku kuliah. Selain teman-teman dari daerah asalnya, ketika ia masuk kuliah di semester pertama pun ia berniatan membangun banyak jaringan usaha. Dan akhirnya, Faizal mulai bisa memisahkan relasi menjadi 2 macam hubungan, yakni relasi tongkrongan dan relasi organisasi.

“Sejak SMA saya suka nongkrong dengan temen-temen. Dari nongkrong itulah relasi terbangun”ujarnya.

Organisasi dan prestasi tanpa henti…

Berorganisasi banyak memberi manfaat antara lain pelajaran kehidupan, manajemen, kepemimpinan, ilmu, dan tentunya relasi. Mahasiswa yang mengaku aktif di BEM FT sebagai kepala bidang kewirausahaan dan di EnerC, Majelis Permusyawaratan Organisasi (MPO) ini, meskipun aktif di bisnis dan juga berorganisasi, juga tidak ketinggalan di bidang akademik, ia juga masih bisa meraih IP cumlaude beberapa kali.

Dalam obrolan santai itu, ia turut prihatin mengenai orientasi mahasiswa Unnes hanya cukup menjadi PNS, padahal hal tersebut bukan satu-satunya jalan untuk menjadi sukses. Salah satu jalannya yaitu berwirausaha, yang notabene Unnes adalah univeritas terbaik kedua di Semarang.

Selamat datang mahasiswa baru di tahun ajaran baru!

Kekhawatiran akan status baru mungkin sedikit menyelimuti, tentang penyesuaian perkuliahan dan iklim universitas. Sebagian besar mahasiswa baru mungkin orientasinya lebih kepada akademik saja. Rubahlah! “Tak ada yang salah dengan sebuah organisasi. Para menteri dan petinggi bangsa pun pasti dulunya adalah seorang aktifis.” Pesan singkatnya.

Muhammad Irkham Abdussalam

Muhammad Irkham Abdussalam

Add comment

Most popular

Most discussed