MudaIndonesia
Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Apa itu reklamasi? Reklamasi merupakan pekerjaan atau usaha dalam pemanfaatan suatu kawasan atau lahan yang tidak berguna dan berair untuk dijadikan lahan yang berguna dengan cara dikeringkan. Tempat-tempat yang biasa dijadikan sebagai tempat untuk melakukan reklamasi seperti kawasan pantai, lepas pantai atau offshore, danau, rawa-rawa ataupun sungai yang begitu lebar. Tujuan reklamasi yaitu menjadikan kawasan yang tidak berguna atau tidak bermanfaat menjadi kawasan yang mempunyai manfaat. Kawasan yang sudah direklamasi tersebut biasanya dimanfaatkan untuk kawasan pertanian, pemukiman, perindustrian, pertokoan/bisnis dan objek wisata. Pekerjaan reklamasi juga bertujuan untuk memacu pembangunan sarana dan prasarana pedukung lainnya. Dalam membangun suatu pelabuhan ataupun terminal pelabuhan yang berada pada perairan maka dapat dilakukan pekerjaan reklamasi. Berikut ini beberapa keuntungan dan kerugian reklamasi. Dalam pekerjaan reklamasi pasti ada keuntungan ataupun kerugian akibat pekerjaan tersebut, untuk itu silahkan simak apa saja keuntungan dan kerugian dalam melakukan pekerjaan reklamasi untuk suatu kawasan berikut ini.
KEUNTUNGAN REKLAMASI
1. Dapat membantu suatu negara, kota ataupun daerah-daerah untuk menyediakan lahan untuk keperluan seperti, penataan suatu daerah pantai, pengembangan wisata bahari dan lain sebagainya.
KERUGIAN REKLAMASI
1. Akan terjadi perubahan ekosistem pada lingkungan seperti perubahan pada pola arus erosi pada pantai, Maka perubahan demikian dapat membahayakan suatu daerah atau lingkungan karena dapat mengakibatkan banjir
2. Akan berdampak buruk pada sistem drainase dan perubahan hidrodinamika yang mempunyai dampak negatif kepada lingkungan dan masyarakat yang ada disekitarnya
3. Akan mengganggu lingkungan sekitar quarry karena adanya galian yang dilakukan dengan cara pengeprasan bukit maupun pulau-pulau yang tidak mempunyai penghuni
4. Beberapa keanekaragaman hayati akan punah seperti hilangnya spesies magrove, punahnya spesies ikan, kerang laut dan lain sebagainya akibat dari proyek reklamasi
Nah, sedangkan untuk kasus yang sedang terjadi di Bali atau tepatnya di Teluk Benoa ini perlu kita ketahui sebab – sebab mengapa warga Bali melakukan penolakan terhadap rencana reklamasi ini. Permasalahan ini bukan hanya permasalahan warga Bali saja, karena reklamasi ini sudah terjadi di daerah lain di Indonesia, diantaranya di Kepulauan Seribu Jakarta, sudah dua pulau kecil hilang di sana karena reklamasi. Hal ini lah yang kemudian ditakutkan oleh warga Bali, karena mereka akan terancam kehilangan lahan, kehilangan mata pencaharian dan ancaman kerusakan ekosistem. Berikut ini kemungkinan dampak yang akan ditimbulkan apabila reklamasi teluk Benoa benar – benar dilakukan.
1. Apakah reklamasi akan menyelamatkan hutan mangrove di Teluk Benoa?
Vegetasi mangrove di kawasan Teluk Benoa didominasi oleh jenis prapat (Sonneratia spp.), vegetasi jenis ini sangat sensitif terhadap sedimentasi. Proyek reklamasi dengan menciptakan pulau-pulau baru di kawasan Teluk Benoa akan membuat proses sedimentasi atau pendangkalan berlangsung semakin cepat, hal ini disebabkan karena material-material sedimen yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Benoa akan terhalang oleh pulau-pulau baru hasil reklamasi. Selain itu, Reklamasi Teluk Benoa tentunya akan merubah rejim arus laut yang dibangkitkan oleh peristiwa pasang surut. Perubahan rejim arus ini akan berpengaruh terhadap disposisi sedimen, dimana sedimentasi ini akan mematikan vegetasi Sonnerata spp. Secara jangka panjang akan terjadi perubahan struktur komunitas mangrove di kawasan tersebut. Hal ini diakibatkan proyek reklamasi akan menyebabkan majunya garis pantai, sehingga lingkungan tinggal mangrove akan berganti, yang dahulu adalah lingkungan payau berganti menjadi lingkungan pantai.
2. Benarkah reklamasi akan menghentikan pendangkalan ?
TIDAK! Reklamasi bukan merupakan solusi untuk menghentikan pendangkalan. Seperti diketahui, pendangkalan adalah suatu proses alamiah yang terjadi pada alam akibat adanya proses sedimentasi, yaitu pengendapan material-material yang di bawa oleh sungai-sungai penyangga Teluk Benoa menuju muara. Seperti yang telah dijelaskan pada point nomor 1, dengan adanya pulau-pulau hasil reklamasi, pulau tersebut akan menghalangi proses sedimentasi alamiah yang telah berlangsung, sehingga yang terjadi justru sebaliknya, yaitu reklamasi hanya akan mempercepat proses pendangkalan. Selain itu reklamasi Teluk Benoa diprediksi oleh Conversational International akan berdampak sistemik, dan menjadi salah satu penyebab banjir, dikarenakan pengaruh luas reklamasi akan berdampak langsung terhadap ketinggian air. Maka jika rencana 75% wilayah Teluk Benoa akan direklamasi, maka melalui pemodelan jika terjadi hujan selama 4 jam akan ada kenaikan air hingga 0,4 meter, yang artinya wilayah Tanjung Benoa, Nusa Dua, Tuban, Semawang, dan Sanur akan terkena banjir.
3. Benarkah Reklamasi akan menyelamatkan habitat/ekosistem Teluk Benoa ?
TIDAK, reklamasi tidak akan menyelamatkan habitat dan ekosistem Teluk Benoa, namun sebaliknya, reklamasi akan menghancurkan habitat dan ekosistem Teluk Benoa yang telah terbentuk dari jutaan tahun yang lalu. Habitat dan ekosistem ekosistem mangrove Teluk Benoa berperan penting dalam menjaga kestabilitasan produktivitas dan ketersediaan sumberdaya hayati wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang juga merupakan daerah asuhan (nursery ground), pemijahan (spawning ground) dan tempat mencari makan bagi ikan (feeding ground) beberapa jenis biota perairan seperti udang, ikan dan kerang-kerangan serta sebagai sanctuary kehidupan liar dan mangrove yang dikenal sebagai pemasok hara dan makanan bagi plankton serta menciptakan suatu rantai makanan yang kompleks di perairan sekitarnya akan rusak selama proses pengerjaan pulau-pulau baru. Selain itu reklamasi akan menyebabkan peningkatan padatan tersuspensi serta sedimentasi di habitat terumbu karang sehingga dapat mematikan polip karang dan merusak terumbu karang di kawasan sekitarnya. Secara sistemik perusakan terumbu karang tersebut akan berdampak langsung terhadap rusaknya jejaring terumbu karang ataupun keanekaragaman hayati yang lain, khususnya koneksitas “kawasan segitiga emas” yaitu kawasan Candi Dasa dan Nusa Penida.
4. Apakah reklamasi Teluk Benoa sebagai revitalisasi atau degredasi?
Revitalisasi tidak sama dengan reklamasi. Revitalisasi adalah proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali. Dalam konteks Teluk Benoa yang merupakan kawasan perairan maka seharusnya kegiatan revitalisasinya adalah proses, cara atau perbuatan menggiatkan kembali kawasan perairan Teluk Benoa dengan fungsinya sebagai kawasan perairan. Sedangkan reklamasi dalam konteks Teluk Benoa adalah kegiatan untuk mengurug dan membangun pulau-pulau buatan di kawasan perairan Teluk Benoa. Jadi dimana titik temunya jika upaya menggiatkan kembali kawasan perairan Teluk Benoa dengan fungsinya sebagai kawasan perairan dengan cara mengurug laut kawasan Teluk Benoa. Bagaimana mungkin juga untuk mengatasi pendangkalan yang terjadi di Teluk Benoa diatasi dengan cara mengurug Teluk Benoa, bukankah akan menambah persoalan baru bagi kawasan perairan Teluk Benoa? Logika merevitalisasi Teluk Benoa dengan menghilangkan fungsi dan peruntukannya sebagai kawasan konservasi lalu mereklamasi guna pembuatan pulau-pulau baru adalah logika sesat. Jika revitalisasi adalah menghidupkan fungsi konservasi Teluk Benoa maka mereklamasi Teluk guna kepentinngan non konservasi sama dengan mendegradasi kawasan perairan Teluk Benoa.
Oleh karena itu warga Bali saat ini sedang menyuarakan penolakan terhadap rencana reklamasi di Teluk Benoa ini. Warga Bali menginginkan agar pemerintah membatalkan Perpres No. 51 Tahun 2014 yang isinya mendukung untuk pelaksanaan proyek reklamasi tersebut.

Bangun Pangestu

Bangun Pangestu

Add comment

Most popular

Most discussed