MudaIndonesia

Yusuf Widiyanto, Harumkan Indonesia di Kejuaraan Wushu Dunia

Sebagai atlet wushu Yusuf Widiyanto sudah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia dalam event interanasional. Salah satu momen puncaknya adalah saat ia menjadi juara wushu dunia, 2015 lalu, di Jakarta.

Menggeluti wushu sejak SMPT, Yusuf Widiyanto merasa jerih payahnya kini terbayar. Kekalahan pada dua kompetisi di kelas junior tidak membuatnya menyerah. Ketiga berkompetisi untuk kali ketiga, ia berhasil meraih emas. Sampai sekarang ia belum terkalahkan oleh lawan-lawannya.

Yusuf mencapai puncak prestasinya pada 2015. Saat itu ia berhasil meraih medali emas di kejuaraan wushu dunia di Jakarta. Bertanding melawan atlet dari berbagai negara, prestasi itu tak diraih dengan mudah.

Dengan prestasi itu, Yusuf menjadi andalan Jawa Tengah dan Indonesia. Oleh karena itu, di pusat pelatihan nasional, ia sedang mempersiapkan diri untuk Sea Games di Malaysia. Lebih besar lagi, ia juga sedang mempersiapkan diri bertanding di Asian Games. Kebetulan, kompetisi olahraga negara-negara Asia itu akan diselenggarakan di Indonesia.

Disiplin Tinggi

Displin berlatih, diakui Yusuf, adalah kunci suksesnya.  Pukul setengah enam pagi ia mulai berlatih fisik hingga pukul setengah tujuh. Setelah itu, ia memulai aktivitas kuliah. Pada sore hari, ia berlatih teknik hingga menjelang malam. Rutinitas ini ia lakukan setiap hari. Lelah pasti dirasakan. Namun semangat besar selalu menggenjotnya.

Pelatihnya pun tidak asal-asalan. Pelatih didatangkan langsung dari Tiongkok, menempanya melalui program yang tertata serta mengajarinya teknik yang sesuai. Mengingat wushu merupakan olahraga yang asli dari Tiongkok.

Yusuf memulai olahraga wushu pada kelas 2 SMP. Ia mendapatkan emas untuk pertama kalinya pada kelas junior. Prestasi itu memberinya motivasi untuk menggeluti cabang olahraga ini lebih serius.

Setelah lulus dari SMP Negeri 2 Getasan, Kabupaten Semarang, ia bergabung dengan PLPP Prop Semarang dan tinggal di wisma atlit daerah Taman Marina. Saat menduduki bangku kuliah, ia bergabung dengan PELADA pada kelas senior.

Demi Almarhumah Ibu

Pilihan menjadi atlet membuat Yusuf mengorbankan banyak hal. Berbeda dengan anak-anak kuliah kebanyakan, ia tidak banyak memiliki waktu untuk bermain.

Sekadar nongkrong pun jarang ia lakukan karena padatnya jadwal latihan. Namun pada waktu senggang, ia biasanya menyempatkan pergi ke pemancingan untuk melakoni hobi memancingnya. Selain memancing, ia juga senang berenang.

Ketika ditanya tentang motivasi, Yusuf menjawab cepat bahwa motivasinya adalah orang tua terutama sang ibu. Pasalnya, bertepatan dengan pertandingan final di Kejuaraan Nasional yang diikutinya saat SMP, sang ibu terjatuh karena darah tinggi dan akhirnya meninggal.

Terhubung dan Bekerja Samalah dengan Yusuf:

Rahmat Petuguran

Rahmat Petuguran

Add comment

Most popular

Most discussed